eTiK@

Hidup lurus, terencana, sabar dan sederhana.

Laskar Pelangi

Posted by etik@ on April 11, 2008

Buku ini merupakan kisah masa kecil pengarangnya, Andrea Hirata Seman. Kisahnya diawali dari sebuah Sekolah Muhammadiyah, salah satu sekolah kampung di pulau Belitung yang gedungnya –menurut sang pengarang- lebih mirip gudang kopra. Dengan segala keterbatasan fasilitasnya sekolah yang terdiri dari SD dan SMP ini memulai tahun ajaran barunya bersama sepuluh orang siswa baru yang salah satu diantaranya menderita keterbelakagnan mental. Ya sepuluh siswa, tepat di ambang batas minimal yang ditetapkan kantor diknas setempat.Laskar pelangi adalah nama yang diberikan ibunda guru, Ibu Muslimatun, disebabkan kesukaan kesepuluh muridnya (yang nantinya di tengah cerita akan bertambah karena kehadiran gadis tomboi bernama Flo) nongkrong di atas pohon untuk melihat pelangi. Selanjutnya Buku ini bercerita tentang laskar pelangi, tentang gairah mereka dalam menuntut ilmu, tentang kecemerlangan intelegensia Lintang, tentang kecerdasan seni Mahar, tentang perseteruan zahara dan akiong, tentang cerita harun dan kucingnya, tentang cinta pertama ikal, tentang hari-hari sepanjang sembilan tahun masa SD dan SMP yang mereka lalui di sekolah kampung itu.Sungguh ada keterhenyakkan yang mengharukan ketika menyusuri gelombang semangat mereka sepanjang halaman buku ini. Seperti kisah Lintang yang tidak pernah membolos meski harus mengayuh sepedanya menempuh jarak 80 kilometer pulang-pergi, hingga alas kakinya yang terbuat dari ban bekas mengeluarkan bau terbakar. Belum lagi resiko yang harus dialami Lintang jika bertemu buaya. Atau kisah Ibu Muslimatun, guru mereka yang penuh kasih dan begitu berdedikasi mendidik mereka dengan gaji hanya 15 Kilogram beras per bulan. Ada juga kisah pembangkangan Flo, gadis kaya anggota kesebelas Laskar Pelangi yang hanya mau sekolah di sekolah kampung itu sebagai bentuk protes terhadap ayahnya sekaligus karena ketertarikannya terhadap Mahar yang pernah menyelamatkannya.Layaknya oase di tengah gurun pasir, buku ini seolah membawa semangat baru di tengah carut-marut dunia pendidikan di tanah air. Kepiawaian pengarang serta kejenakaannya dalam menceritakan detail keindahan Belitung, penokohan maupun keseluruhan alur cerita dalam buku ini membuat kita tidak sanggup meletakkan buku ini sebelum tuntas membacanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: